• Ada pertanyaan?
  • +62 231 233117 ext 130
  • bpmpi@ugj.ac.id
Rapat Persiapan Audit Surveillance ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015
Rapat Persiapan Audit Surveillance ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya audit surveillance ISO 21001:2018 dan 9001:2015. Badan Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal (BPMPI) mengadakan rapat persiapan audit surveillance ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015 pada hari Selasa (5/10/2021). Rapat digelar secara Offline dan dihadiri oleh Rektor UGJ Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. yang sekaligus membuka acara rapat dan mengundang Para Kaprodi / Sekprodi yang ada di Lingkungan UGJ.

Rektor UGJ Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, M.Si. dalam pembukaanya menyampaikan surveillance ISO 21001:2018 dan 9001:2015 ini memang menjadi bagian penting yang harus kita maintenance, kita pelihara, dan untuk memelihara itu tentu kita akan di surveillance setiap setahun sekali dan sekarang sudah saatnya jatuh tempo dan tentu keterlibatan Bapak/Ibu Kaprodi ini menjadi bagian yang penting untuk kita kembali mendapatkan sertifikat kedua ISO itu. Oleh karena itu, Rektor UGJ mengucapkan terima kasih atas kesedian hadir dan tentu akan diminta dukungan kontribusi dari Bapak/Ibu Kaprodi untuk suksesnya Surveillance ini.

“Kini kita sedang berkutat pada perbaikan sistem penjaminan mutu internal dan bagaimana efektiftas efisiensi dari implementasinya baik dari SDM nya maupun dari software, hardwarenya Ditengah itu, kini kita juga dituntut untuk lebih jauh dari itu, kita dituntut untuk berperforma dalam memajukan kampus ini agar tidak tertinggal tentunya dengan komitmen yang kuat dari kualitas sumber daya manusia, komitmen yang kuat dari implementasi sistem penjaminan mutu internal, komitmen yang kuat bagaimana kita mendesain kurikulum sehingga kurikulum ini merujuk pada regulasi yang ada dan memberi ruang pada Dosen dan Mahasiswa untuk bisa mengimplementasikan MBKM jadi komitmen untuk semua itu tentu harus dimulai dari diri kita” imbuhnya.

Kepala BPMPI Dr. Edy Hartono,SE.,MM. menyampaikan adapun tujuan rapat persiapan audit surveillance ISO 21001:2018 dan 9001:2015 ingin menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan audit yang akan dilaksankan pada tanggal 14 Oktober 2021. Sertifikasi ISO ini berlaku satu tahun dan secara berkala dilakukan audit setiap tahunnya. Seperti  tahun-tahun kemarin setiap audit surveillance yang menjadi auditee atau sasaran audit adalah para Kaprodi yang ada di lingkungan UGJ. Untuk itu kita mempersiapkan diri dengan baik agar nantinya proses audit berjalan lancar dan dinyatakan lulus sehingga mendapat hak untuk menyandang sebagai perguruan tinggi yang tersertifikasi ISO.

“UGJ merasa berkepentingan mendapatkan perpanjangan sertifikasi dari ISO ini karena sesuai dengan visi misi UGJ yaitu menjadi perguruan tinggi research unggulan berbasis kearifan lokal menuju tataran global pada tahun 2034. Maka sertifikasi-sertifikasi international ini menjadi faktor mendorong yang sangat penting. Oleh sebab itu, peran SDM di UGJ termasuk para Kaprodi dan Sekprodi harus memiliki kemampuan untuk merambah skill atau kompetensi pada tataran global”jelasnya.

“Selain itu, Kepala BPMPI menambahkan bahwa didapatnya sertifikasi tambahan ISO 21001: 2018 khusus standar layanan pendidikan yang disesuaikan dengan standar nasional dikti artinya jika UGJ sudah memiliki standar-standar tambahan maka pada prinsipnya kita sudah siap mengarungi  9 kriteria sistem BAN PT yang baru. Untuk bisa menjalankan fungsi akademik secara konsisten kaprodi harus menerapkan sistem penjaminan mutu dan secara organ atau struktural; Universitas telah menunjuk dua personil: pertama, bertindak sebagai Unit Penjaminan Mutu di tingkat Fakultas atau sekolah Pascasarjana; dan personil berikutnya bertindak sebagai pelaksana Gugus Kendali Mutu Program Studi.  Karena kita sudah memakai 9 standar, maka prodi harus menyiapkan tracer study ditingkat prodi karena ini menjadi bagian Assesmen yang sangat penting;  yaitu satu, pada aspek kelulusannya artinya sudah bekerja sebelum 6 bulan dari waktu lulus. kedua, aspek kesesuaian bidang ilmu pada kesesuaian pekerjaan”.